Minggu, 23 Maret 2014

Mengapa Manusia Perlu Bimbingan?
Dari pertanyaan diatas, maka dapat dijelaskan dari prespektif psikologi dan religious
Yuk, selanjutnya kita bahas dulu dari prespektif Psikologi;
-          Manusia memerlukan bimbingan karena,
Ø  Secara Psikologi, yaitu:
·         Manusia adalah orang yang unik, maka dari keunikan tersebut timbullah perbedaan dari masing- masing individu.
Setiap manusia yang satu dengan manusia yang lainnya memiliki perbedaan, bahkan manusia yang dilahirkan secara kembar sekalipun. Ya.. berbeda kepribadiannya, pola fikirnya, sikapnya, dan masih banyak lagi perbedaan yang lainnya karena masing- masing punya keunikan sendiri. Nah, untuk memahami perbedaan dari keunikan tersebut maka dibutuhkan bimbingan konseling untuk menyatukan harmonisasi dari perkenalan di perbedaan tersebut.
Contoh: Self- Adjusment (penyesuain diri), yaitu bagaimana seseorang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya, karna keadaan ini akan mempengaruhi psikologisnya.
·         Manusia adalah orang yang statis, maka dari kestatisan tersebut perlulah kedinamisan yang dijalani oleh masing- masing individu.
Setiap manusia punya mobilitas yang tinggi, bergerak cepat, membutuhkan orang lain untuk melakukan sesuatu, dan aktif. Maka disetiap prosesnya akan selalu ada sesuatu hal yang baru, untuk itu dibutuhkanlah konseling agar setiap manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan dirinya.
·         Manusia memerlukan bimbingan yang berkesinambungan, maka perlu secara terus- menerus sepanjang masa untuk mendapatkan bimbingan.
Contoh: Pekerja yang akan pensiun. Maka, sebelum masa pension dating akan ada bimbingan untuk pembekalan kegiatan yang mereka bisa lakukan setelah masa pensiunnya datang.
Ø  Attitude
Didalam masing-masing diri seseorang akan ada sikap yang disenangi maupun tidak disenangi oleh orang lain. Maka dari itu diperlukannyalah bimbingan untuk mengembangkan sikap tertentu seperti sikap terhadap seseorang, sikap terhadap lingkungan, dan sikap terhadap institusi.
Ø  Mengembangkan pola fikir diri sendiri
Yaitu: 1. Kritis- mampu melihat objek dari dua hal yang berbeda dan memperhitungkan positif dan negatifnya. 2. Kreatif- menciptakan dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada atau bisa juga memodifikasi sesuatu yang sudah ada. Dan yang terakhir ke- 3.Analisis.
Ø  Merasa ingin dicintai
Ya setiap manusia pada umumnya ingin merasa dicintai, disayangani, diterima, diakui, serta dihargai.

Ø  Pengetahuan untuk bertindak
Ya, seseorang perlu mengetahui apa yang harus dikerjakannya agar semua orang bisa menerima bahwa untuk merasa dicintai, disayangani, diterima, diakui, serta dihargai ini bukanlah hal yang mudah agar bisa menyatukan semuanya maka diperlukanlah bimbingan.
Ø  Prespektif Agama
·         Fitrah
Dalam prespektif agama manusia dipandang sebagai fitrah. Apa itu fitrah? Fitrah yaitu, suci tak bernoda, potensi, dan kecenderungan beriman kepada Tuhan yang Maha Esa.Potensi ini diberikan saat dalam kandungan ibu berumur empat bulan didalamnya yang dititipkan adalah potensi- potensi yang terkadung dalam asmaul husna.Akan tetapi potensi yang diberikan ini dalam kondisi terbatas. Maka dengan keterbatasan inilah fitrah manusia memiliki kecenderungan beriman kepada Tuhan yang Maha Esa dan memerlukan bimbingan untuk mengembangkan potensinya.
·         Nafs
Nafs terbagi kedalam tiga tingkatan, yaitu: 1. Nafs Mutmainah, Jiwa yang tenang, damai. 2. Nafs Al’walamah, Nafsu yang cenderung mengalahkan dirinya sendiri, jikalau melakukan kesalahan maka akan merasa bersalah. 3. Nafs Al’amarabi’s, jiwa yang cenderung melakukan kejahatan. Dari pengertian tingkatan jiwa tersebut maka sangat diperlukanlah konseling untuk menaikan tingkatan yang berada ke- 3 menuju kepada tingkatan yang ke-2, menaikan tingkatan yang berada ke- 2 menuju tingkatan  yang ke- 1, dan mempertahankan yang sudah berada di tingkatan pertama agar tidak turun ketingkatan yang ada dibawahnya.
Ø  Area Vocational Guidance, yaitu persoalan karir. Personal Guidance, yaitu kecemasan, motivasi rendah, semangat turun. Sosial Guidance, tidak diterimanya oleh lingkungan social.Pendidikan guidance, hal- hal yang berkaitan dengan akademik, kesulitan belajar.
Ø  Function
Ø  Types of a Guidance “OPIICFR”
Orientation, diberi arahan
Placement, penempatan
Inventory individual, data- data pribadi (seperti identitas keluarga, buku harian)
Information, layanan informasi
Counseling, bagian dari layanan bimbingan
Follow up, tindak lanjut
Research & Evaluation, penelitian- penelitian dan evaluasi.


Selasa, 18 Maret 2014

PENGANTAR PSIKOLOGI KONSELING

I.                   Psychology
Psychology is a “scientific study” of “Human Behavior” and “Mental Process”.
Dari pengertian Psikologi akan kita bahas satu persatu,
-          Scientific Study, yaitu studi ilmiah yang didalamnya mencangkup prosedur, objektif (harus sama perlakuannya ketika melakukan konseling, sehingga terjadi secara apa adanya), subjektif, validitas (akurat), dan terbukti secara empiris (Empirically Provent).
-          Human Behavior, yaitu perilaku manusia gambaran dari apa yang difikirkannya. Perilaku manusia ini bisa bersifat observable, yaitu bisa diamati dan menjadi kajian psikologi. Namun bukan hanya Observable tetapi yang Unobservable pun bisa dikaji melalui alat ukur.
-          Mental Proses, yaitu proses berfikir yang ditampilkan melalui perilaku manusia.
Mengapa psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang manusia melalui manifestasi perilaku? Yah, betul sekali. Karena jiwa itu sendiri  sifatnya abstrak dan tidak dapat dilihat apalagi diteliti. Maka dari itu, kita bisa mengamatinya melaui perilaku yang dimunculkan oleh seseorang.
II.                Guidance
“Guidance is a total process of giving assistance by a qualified person to another person”
Guidance, yaitu proses memberikan bantuan secara menyeluruh yang diberikan oleh orang yang berkualifikasi kepada orang lain, untuk membuat keputusan (making decisison), memecahkan masalah (problem solving), mengembangkan potensi (developing his potensial), mengenali diri (knowing my self), menyesuaikan diri (self- adjustment).
III.             Counseling
“Counseling is a face to face interaction between a conselor and client to help him making decision, problem solving, developing his potensial, knowing my self, and self-adjustment.
Didalam konseling ini merupakan total secara keseluruhan dari guidance, bagian dari bimbingan, dan lingkupnya hanya pada psikologi.
IV.             Consultation
“Consultation is a person in certain areas in the purpose”
Didalam konsultasi ini secara umum bidang apapun bisa, orang- orang yang berkualifikasi pada hal tertentu misalnya kesehatan, masyarakat, politik, dan lain-lain.
V.                Psychoteraphy
“An extendend process of conseling by psychiatry for a client whit mental illness”
Psikoterapi ini berkaitan dengan; kondisi psikologis yang kurang sehat dan lebih luas dari konseling karena meliputi cakupan medis dan psikologis.
  
Hai dunia maya, ;) namaku Prasetya Mega Utami. Mahasiswi semester VI Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Menjalani peran sebagai mahasiswi psikologi selama kurang lebih dua tahun setengah, WAW Super!. Hmm... Suka duka nya itu udah mulai berasa, gimana sih ya? Tak terungkap dengan kata-kata lah. Nah, kali ini ada tugas yang lebih menantang dan berbeda dari biasanya, yaitu  Mata kuliah Psikologi Konseling yang dibimbing oleh Pa Bambang Suryadi Ph. D. So, bukan jadi masalah yang besar pastinya. Selagi kita masih mau untuk terus belajar pasti ada jalan dan selalu diberi kemudahan oleh- Nya apapun rintangannya. Yakin ^_^ Semoga menjadi awal yang lebih baik untuk jalan kedepan dan menjadi lebih bermanfaat untuk lebih banyak orang. Amin...