Mengapa Manusia Perlu Bimbingan?
Dari pertanyaan diatas, maka dapat
dijelaskan dari prespektif psikologi dan religious
Yuk, selanjutnya kita bahas dulu dari
prespektif Psikologi;
-
Manusia memerlukan bimbingan karena,
Ø
Secara Psikologi,
yaitu:
·
Manusia adalah orang yang unik, maka dari keunikan
tersebut timbullah perbedaan dari masing- masing individu.
Setiap manusia yang satu dengan manusia yang lainnya memiliki
perbedaan, bahkan manusia yang dilahirkan secara kembar sekalipun. Ya.. berbeda
kepribadiannya, pola fikirnya, sikapnya, dan masih banyak lagi perbedaan yang
lainnya karena masing- masing punya keunikan sendiri. Nah, untuk memahami perbedaan
dari keunikan tersebut maka dibutuhkan bimbingan konseling untuk menyatukan harmonisasi
dari perkenalan di perbedaan tersebut.
Contoh: Self-
Adjusment (penyesuain diri), yaitu bagaimana seseorang mampu menyesuaikan diri
dengan lingkungannya, karna keadaan ini akan mempengaruhi psikologisnya.
·
Manusia adalah orang yang statis, maka dari kestatisan
tersebut perlulah kedinamisan yang dijalani oleh masing- masing individu.
Setiap manusia punya mobilitas yang tinggi, bergerak cepat,
membutuhkan orang lain untuk melakukan sesuatu, dan aktif. Maka disetiap prosesnya
akan selalu ada sesuatu hal yang baru, untuk itu dibutuhkanlah konseling agar
setiap manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan dirinya.
·
Manusia memerlukan bimbingan yang
berkesinambungan, maka perlu secara terus- menerus sepanjang masa untuk mendapatkan
bimbingan.
Contoh: Pekerja yang akan pensiun. Maka, sebelum masa pension
dating akan ada bimbingan untuk pembekalan kegiatan yang mereka bisa lakukan setelah
masa pensiunnya datang.
Ø
Attitude
Didalam masing-masing diri seseorang akan ada sikap
yang disenangi maupun tidak disenangi oleh orang lain. Maka dari itu diperlukannyalah
bimbingan untuk mengembangkan sikap tertentu seperti sikap terhadap seseorang,
sikap terhadap lingkungan, dan sikap terhadap institusi.
Ø
Mengembangkan pola fikir diri sendiri
Yaitu: 1. Kritis- mampu melihat objek dari dua hal
yang berbeda dan memperhitungkan positif dan negatifnya. 2. Kreatif-
menciptakan dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada atau bisa juga memodifikasi
sesuatu yang sudah ada. Dan yang terakhir ke- 3.Analisis.
Ø
Merasa ingin dicintai
Ya setiap manusia pada umumnya ingin merasa dicintai,
disayangani, diterima, diakui, serta dihargai.
Ø
Pengetahuan untuk bertindak
Ya, seseorang perlu mengetahui apa yang harus dikerjakannya
agar semua orang bisa menerima bahwa untuk merasa dicintai, disayangani,
diterima, diakui, serta dihargai ini bukanlah hal yang mudah agar bisa menyatukan
semuanya maka diperlukanlah bimbingan.
Ø
Prespektif
Agama
·
Fitrah
Dalam prespektif agama manusia dipandang sebagai fitrah.
Apa itu fitrah? Fitrah yaitu, suci tak bernoda, potensi, dan kecenderungan beriman
kepada Tuhan yang Maha Esa.Potensi ini diberikan saat dalam kandungan ibu berumur
empat bulan didalamnya yang dititipkan adalah potensi- potensi yang terkadung dalam
asmaul husna.Akan tetapi potensi yang diberikan ini dalam kondisi terbatas. Maka
dengan keterbatasan inilah fitrah manusia memiliki kecenderungan beriman kepada
Tuhan yang Maha Esa dan memerlukan bimbingan untuk mengembangkan potensinya.
·
Nafs
Nafs terbagi kedalam tiga tingkatan, yaitu: 1. Nafs Mutmainah, Jiwa yang tenang, damai.
2. Nafs Al’walamah, Nafsu yang
cenderung mengalahkan dirinya sendiri, jikalau melakukan kesalahan maka akan merasa
bersalah. 3. Nafs Al’amarabi’s, jiwa
yang cenderung melakukan kejahatan. Dari pengertian tingkatan jiwa tersebut maka
sangat diperlukanlah konseling untuk menaikan tingkatan yang berada ke- 3
menuju kepada tingkatan yang ke-2, menaikan tingkatan yang berada ke- 2 menuju tingkatan yang ke- 1, dan mempertahankan yang sudah berada
di tingkatan pertama agar tidak turun ketingkatan yang ada dibawahnya.
Ø
Area Vocational Guidance, yaitu persoalan karir.
Personal Guidance, yaitu kecemasan, motivasi rendah, semangat turun. Sosial
Guidance, tidak diterimanya oleh lingkungan social.Pendidikan guidance, hal-
hal yang berkaitan dengan akademik, kesulitan belajar.
Ø
Function
Ø
Types of a Guidance “OPIICFR”
Orientation, diberi arahan
Placement, penempatan
Inventory individual, data- data pribadi (seperti identitas
keluarga, buku harian)
Information, layanan informasi
Counseling, bagian dari layanan bimbingan
Follow up, tindak lanjut
Research & Evaluation, penelitian- penelitian dan evaluasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar